Cingebul, Info Banyumas. Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, SD Negeri 4 Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, menggelar Gebyar Hari Santri pada Kamis (22/10/2026). Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah penulisan cita-cita siswa pada Pohon Cita-Cita yang memuat 83 harapan peserta didik untuk masa depan.
Mengusung tema Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus memotivasi peserta didik agar berani bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel Hari Santri. Setelah itu, peserta didik mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran di kelas, mulai dari hafalan surat pendek, mewarnai, menonton kisah teladan, hingga membuat kaligrafi. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mengembangkan kreativitas dan karakter siswa.
Suasana semakin bermakna ketika peserta didik menuliskan cita-cita masing-masing untuk ditempelkan pada Pohon Cita-Cita yang berada di tembok sekolah. Sebanyak 83 cita-cita terpampang sebagai gambaran harapan dan impian siswa SDN 4 Cingebul.
Pohon Cita-Cita, Cara Sekolah Memotivasi Generasi Emas
Kepala SDN 4 Cingebul, Suripto, S.Pd., mengatakan bahwa penulisan cita-cita pada Pohon Cita-Cita menjadi salah satu hal berbeda dalam peringatan Hari Santri tahun ini.
“Hal berbeda yang kami laksanakan pada Hari Santri tahun 2026 ini adalah peserta didik menuliskan cita-citanya bersama dengan peserta didik lainnya di Pohon Cita-Cita. Tentunya, hal ini untuk memotivasi peserta didik dalam menyongsong generasi emas yang menjadi tema HSN tahun 2026 ini,” ungkap Suripto.
Ia menyebutkan, terdapat 83 cita-cita yang terpampang pada Pohon Cita-Cita di tembok sekolah. Harapan tersebut menjadi pengingat bagi peserta didik bahwa setiap anak memiliki impian yang layak diperjuangkan melalui belajar, kerja keras, dan sikap pantang menyerah.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, sekolah berupaya memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenali keinginan mereka sejak dini. Cita-cita yang dituliskan juga menjadi bahan motivasi agar siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dan mengembangkan potensi masing-masing.
Pohon Cita-Cita tidak sekadar menjadi hiasan dalam peringatan Hari Santri. Kegiatan itu menjadi simbol bahwa masa depan bangsa turut dibangun dari mimpi anak-anak yang tumbuh bersama pendidikan, karakter, dan pendampingan dari lingkungan sekitarnya.
Dari Ingin Menjadi YouTuber hingga Gamer
Antusiasme terlihat dari beragam cita-cita yang dituliskan peserta didik. Ada yang memiliki keinginan berkarier di bidang digital, seperti menjadi YouTuber atau gamer.
Aksa, siswa kelas I SDN 4 Cingebul, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan Hari Santri di sekolah. Dengan polos, ia menyampaikan cita-cita yang ingin diraihnya kelak.
“Aku seneng banget. Cita-citaku adalah jadi YouTuber,” kata Aksa.
Sementara itu, Abas, siswa kelas V SDN 4 Cingebul, menyampaikan bahwa dirinya ingin menjadi gamer.
“Cita-citaku ingin jadi gamer,” ungkap Abas.
Pendampingan guru dan orang tua tetap diperlukan agar minat anak berkembang secara positif. Dengan demikian, impian yang dituliskan tidak berhenti sebagai harapan, tetapi dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Tanamkan Nilai Religius Melalui Kegiatan yang Menyenangkan
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 4 Cingebul, Eko Puji Haryanto, mengatakan bahwa kegiatan Hari Santri merupakan agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Ia berharap setiap peringatan memberikan pengalaman positif yang membekas bagi peserta didik.
“Rangkaian kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Semoga anak selalu ada cerita positif di setiap momentum seperti ini,” ujarnya.
Berbagai aktivitas yang dilaksanakan dalam Gebyar Hari Santri 2026 menjadi cara sekolah menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan dunia anak. Hafalan surat pendek dan pembuatan kaligrafi membantu mengenalkan nilai keagamaan, sedangkan kegiatan mewarnai dan menonton kisah teladan memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menanamkan sikap saling menghargai, kebersamaan, kreativitas, dan semangat belajar. Nilai-nilai itu sejalan dengan harapan agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Ditutup dengan Makan Bersama
Rangkaian Gebyar Hari Santri 2026 di SDN 4 Cingebul ditutup dengan makan bersama di halaman sekolah. Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan sekaligus mempererat kebersamaan di antara warga sekolah.
Momen makan bersama menghadirkan suasana kekeluargaan setelah peserta didik mengikuti berbagai kegiatan sejak pagi. Melalui kegiatan sederhana itu, siswa juga dapat belajar berbagi, menjaga kebersihan, dan menghargai kebersamaan.
Meski dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan yang singkat, peringatan Hari Santri di SDN 4 Cingebul diharapkan meninggalkan kesan positif bagi peserta didik. Tidak hanya mengenang perjuangan santri, kegiatan tersebut juga mengajak anak-anak memandang masa depan dengan optimisme.
Melalui 83 cita-cita yang terpampang di Pohon Cita-Cita, SDN 4 Cingebul menegaskan bahwa semangat menuju Indonesia Emas dapat dimulai dari lingkungan sekolah, dengan menumbuhkan keberanian bermimpi, semangat belajar, serta karakter yang baik sejak usia dini.
Kontributor: SD Negeri 4 Cingebul
Editor: Suripto
.jpeg)

Posting Komentar