Penguatan integritas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, kebiasaan positif, dan tanggung jawab sosial yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.
Baca juga:
- Tujuh Sekolah Lintas Kecamatan Ikuti Implementasi Digitalisasi Pembelajaran di SDN 2 Dermaji
- Cetak Generasi Berkarakter, 451 Calon Pramuka Garuda Kwarran Lumbir Ikuti Uji Kelayakan 2026
Melalui program SBI, SMA Negeri 1 Ajibarang berupaya membangun lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi tercermin dalam proses pembelajaran, pelayanan sekolah, pengambilan keputusan, serta perilaku seluruh warga sekolah.
Dalam tulisan mengenai Program Sekolah Berintegritas, Goly Amin Priyono, M.Pd., menekankan pentingnya keselarasan antara nilai, ucapan, keputusan, dan tindakan dalam membangun budaya integritas.
“Integritas dalam lingkungan pendidikan dapat dipahami sebagai keselarasan antara nilai, ucapan, keputusan, dan tindakan,” demikian salah satu gagasan utama yang disampaikan dalam tulisan tersebut.
Empat Pilar Menjadi Penggerak Budaya Integritas
Program kerja SBI SMA Negeri 1 Ajibarang memetakan penguatan integritas melalui empat pilar utama, yaitu kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan non-guru, dan murid. Setiap pilar memiliki peran yang saling berkaitan dalam membangun budaya sekolah yang berintegritas.
Kepala sekolah berperan memberikan keteladanan, mengarahkan kebijakan, serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan. Guru berperan mengintegrasikan nilai-nilai integritas dalam pembelajaran dan interaksi dengan peserta didik.
Sementara itu, tenaga kependidikan non-guru turut memperkuat integritas melalui pelayanan yang tertib, jujur, dan bertanggung jawab. Murid menjadi bagian penting dalam penerapan nilai integritas melalui kebiasaan belajar, kepatuhan terhadap kesepakatan, kejujuran dalam mengerjakan tugas, serta kepedulian terhadap sesama.
Kesembilan nilai integritas tersebut perlu diterjemahkan ke dalam perilaku yang dapat diamati. Kejujuran, misalnya, diwujudkan dengan menyampaikan informasi yang benar dan tidak melakukan kecurangan. Kedisiplinan terlihat melalui ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap aturan, sedangkan tanggung jawab tercermin dari kesediaan menyelesaikan tugas serta memperbaiki kesalahan.
“Nilai integritas akan lebih bermakna ketika dipraktikkan dalam kebiasaan sehari-hari. Kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab perlu tumbuh melalui keteladanan serta pembiasaan yang konsisten,” demikian rumusan pesan yang dapat dikonfirmasi kepada penulis atau pihak sekolah.
30 Menit Bersama SMANA Perkuat Pembiasaan Positif
Salah satu upaya yang dipetakan dalam program SBI adalah pengembangan budaya positif melalui kegiatan 30 Menit Bersama SMANA. Kegiatan tersebut menjadi sarana penguatan karakter melalui aktivitas kerohanian, literasi, kebersihan dan kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan sesuai jadwal yang berlaku.
Pembiasaan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai positif secara rutin. Kegiatan kerohanian dapat memperkuat karakter dan sikap saling menghormati, sedangkan literasi mendorong kebiasaan membaca serta memperluas wawasan.
Baca juga:
- Tujuh Sekolah Lintas Kecamatan Ikuti Implementasi Digitalisasi Pembelajaran di SDN 2 Dermaji
- Cetak Generasi Berkarakter, 451 Calon Pramuka Garuda Kwarran Lumbir Ikuti Uji Kelayakan 2026
Melalui program SBI, SMA Neger
Kegiatan kebersihan dan kesehatan juga berkaitan dengan pembentukan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan. Melalui aktivitas bersama, murid belajar bahwa menjaga kebersihan, menaati kesepakatan, dan bekerja sama merupakan bagian dari kehidupan sekolah yang tertib.
Selain itu, budaya 6S dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun suasana sekolah yang nyaman dan mendukung pembentukan karakter. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan positif antara murid, guru, dan seluruh warga sekolah.
SiPancur Dukung Pemantauan Kedisiplinan
Pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian dari upaya penguatan kedisiplinan di SMA Negeri 1 Ajibarang. Aplikasi SiPancur digunakan untuk mendukung pencatatan kehadiran dan pemantauan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Pencatatan kehadiran secara teratur dapat membantu sekolah memperoleh informasi mengenai pelaksanaan tata tertib, mengenali kebutuhan pembinaan, serta menyiapkan tindak lanjut berdasarkan data yang tersedia.
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap perlu disertai pendekatan pembinaan yang mendidik. Informasi kedisiplinan sebaiknya digunakan untuk membantu peserta didik memperbaiki perilaku dan meningkatkan tanggung jawab, bukan semata-mata untuk memberikan penilaian atau sanksi.
Pengelolaan data juga perlu dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan privasi dan kewenangan akses. Dengan demikian, teknologi dapat mendukung budaya disiplin sekaligus menjaga hak dan kenyamanan warga sekolah.
Selain SiPancur, program penilaian 7K dan kelas terdisiplin diarahkan untuk mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang tertib, bersih, aman, dan nyaman. Pelaksanaannya perlu ditunjang indikator penilaian yang jelas, dokumentasi, rekapitulasi hasil, serta evaluasi agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan.
Integritas Dibangun melalui Keteladanan dan Evaluasi
Penguatan budaya integritas merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan perlu didukung oleh keteladanan, aturan yang jelas, lingkungan yang aman, serta kesempatan untuk mempraktikkannya.
Program Sekolah Berintegritas di SMA Negeri 1 Ajibarang memadukan penguatan empat pilar, kegiatan 30 Menit Bersama SMANA, budaya 6S, pemanfaatan SiPancur, penilaian 7K, kegiatan literasi, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Baca juga:
- Tujuh Sekolah Lintas Kecamatan Ikuti Implementasi Digitalisasi Pembelajaran di SDN 2 Dermaji
- Cetak Generasi Berkarakter, 451 Calon Pramuka Garuda Kwarran Lumbir Ikuti Uji Kelayakan 2026
Melalui program SBI, SMA Neger
Setiap kegiatan perlu ditinjau secara berkala berdasarkan indikator dan bukti pelaksanaan agar program berjalan terukur serta dapat terus diperbaiki. Evaluasi juga penting untuk memastikan bahwa pembiasaan yang dilakukan benar-benar mendukung perubahan perilaku dan kualitas layanan pendidikan.
Melalui kolaborasi seluruh warga sekolah, SMA Negeri 1 Ajibarang berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, integritas, dan tanggung jawab.
Semangat tersebut dirangkum dalam slogan sekolah, “SMANA Hebat, Bermartabat! Berkarakter, Berprestasi, Berbudaya, dan Produktif.” Slogan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian prestasi, tetapi juga dari karakter dan integritas yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kontributor: Goly Amin Priyono, M.Pd.
Editor: YK

Posting Komentar