Semarak Festival Hari Santri 2026 di TPQ Al Ihya Canduk: Asah Potensi 90 Santri Lewat Lomba Edukatif


CANDUK, INFO BANYUMAS — Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al Ihya Banyumasan Canduk menyelenggarakan puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui ajang Festival Hari Santri bertempat di Masjid Darul Ghofi, RT 01 RW 07 Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan seru yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh sebanyak 90 santri dari berbagai tingkatan kelas, sebagai sarana mengasah kecakapan keagamaan, melatih keberanian tampil, serta menguatkan karakter islami anak sejak usia dini.


Rangkaian perayaan Hari Santri di TPQ Al Ihya diawali dengan pawai ta'aruf keliling lingkungan pemukiman warga usai shalat Asar pada Kamis, 22 Oktober 2026, yang dilanjutkan proses belajar-mengajar rutin. Memasuki puncak acara pada Sabtu pagi, pihak pengelola mengalihkan jadwal pembelajaran sore hari ke sesi pagi hingga siang agar seluruh santri dapat fokus mengikuti deretan perlombaan edukatif yang disiapkan oleh jajaran ustaz dan ustazah.


Penguatan pendidikan keagamaan nonformal melalui lembaga seperti TPQ memegang peranan krusial sebagai pilar pembentuk benteng moral anak di era digital. Melalui pendekatan festival yang kompetitif namun menyenangkan, minat santri dalam menghafal Al-Qur'an dan mempelajari tata cara ibadah harian dapat meningkat secara drastis. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pengajar keagamaan di pedesaan dalam mencetak generasi muda yang cerdas, santun, dan berakhlak mulia.


Ketua TPQ Al Ihya Desa Canduk, Sumarno, mengutarakan bahwa penyelenggaraan festival tersebut ditujukan untuk memberikan ruang ekspresi positif bagi 90 santri yang sebagian besar adalah anak anak sekolah dasar. Menurut beliau, perayaan Hari Santri tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial semata, melainkan harus diisi dengan kegiatan nyata yang menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari generasi santri yang berdaya saing.


“Festival Hari Santri ini kami gelar sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar anak-anak di TPQ Al Ihya. Kami ingin para santri merasa bangga dengan identitas kesantriannya, sekaligus terpacu untuk terus memperdalam hafalan Al-Qur'an dan tata cara ibadah harian. Semangat anak-anak yang mencapai 90 santri ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus mendampingi mereka,” ujar Sumarno di sela-sela kegiatan.


Hal senada diungkapkan oleh Ustaz Hasyim, selaku pengajar TPQ sekaligus Imam Masjid Darul Ghofi Desa Canduk. Beliau menjelaskan bahwa cabang-cabang perlombaan yang dirancang panitia disesuaikan dengan tingkatan usia dan kurikulum pembelajaran harian santri, sehingga materi yang diuji merupakan bagian dari pemahaman dasar agama yang dipelajari sehari-hari.


“Cabang perlombaan kami susun berjenjang mulai dari jenjang dasar hingga tingkat atas. Harapan kami, melalui lomba hafalan doa, suratan pendek, hingga praktik shalat ini, pemahaman ibadah anak-anak makin tertanam kuat dan diamalkan di rumah masing-masing,” jelas Ustaz Hasyim didampingi Ustazah Ida Mahmudah.


Berdasarkan data teknis penyelenggaraan, Festival Hari Santri 2026 di TPQ Al Ihya melombakan enam kualifikasi mata lomba yang terbagi sesuai tingkatan kelas:

  • Kelas Ali A: Lomba Mewarnai Gambar Kaligrafi.
  • Kelas Ali B: Lomba Hafalan Doa Harian.
  • Kelas Utsman: Lomba Hafalan Surat Pendek Al-Qur'an.
  • Kelas Umar: Lomba Sambung Ayat Al-Qur'an.
  • Kelas Abu Bakar: Lomba Praktik Wudhu dan Shalat.
  • Kategori Khusus Putra: Lomba Azan dan Iqamah.


Kecerian dan antusiasme tinggi terpancar dari wajah para santri beserta para orang tua murid yang hadir memberikan dukungan penuh di sekitar area Masjid Darul Ghofi. Skema lomba yang tertib dan interaktif membuat anak-anak tampil penuh percaya diri dalam melantunkan ayat-ayat suci maupun mempraktikkan gerakan ibadah di hadapan dewan juri.


Secara akademis dan edukatif, integrasi antara pawai syiar Islam dan kompetisi keagamaan memberikan nilai tambah (high-value content) bagi perkembangan kecerdasan spiritual serta emosional anak usia sekolah dasar. Metode evaluasi berbasis perlombaan tersebut terbukti efektif menghilangkan kejenuhan belajar serta membangun ingatan jangka panjang (long-term memory) siswa terhadap materi-materi keagamaan dasar.


Ke depan, TPQ Al Ihya Desa Canduk berkomitmen untuk menjadikan Festival Hari Santri sebagai agenda tahunan yang berkesinambungan. Dengan sinergi yang kokoh antara pengurus masjid, ustaz-ustazah, dan masyarakat lingkungan RT 01 RW 07 Lembaga pendidikan Sekolah Dasar negeri 3 Canduk, lembaga pendidikan Al-Qur'an terebut optimistis mampu melahirkan generasi penerus Banyumas yang cerdas, berintegritas, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Kontributor : Eko Yuliansor
Editor : ANdi DA



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama