TANGKAS, Inovasi Pembelajaran Berbasis VR, AI, dan Coding untuk Wujudkan Pembelajaran Informatika yang Menarik

BANYUMAS, INFO BANYUMAS – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi terus dikembangkan untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital. Salah satunya melalui pendekatan TANGKAS yang dikembangkan oleh Yunelly Wikundhari, S.Kom., guru Informatika SMP Negeri 7 Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Pendekatan ini memadukan pemanfaatan Virtual Reality (VR), kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), aktivitas coding, serta website pembelajaran untuk menghadirkan pengalaman belajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik.


Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., SH., M.Si. Menurutnya, kreativitas guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, guru dituntut tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berani mencoba, dan mengembangkan potensi dirinya.


Sarno menilai, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Teknologi bukan sekadar pelengkap atau sarana untuk membuat pembelajaran terlihat modern, melainkan alat untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan.


“PGRI Kabupaten Banyumas mengapresiasi kreativitas guru yang terus berupaya menghadirkan pembelajaran inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Inovasi seperti TANGKAS menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Harapannya, inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa di sekolah tempat penerapannya, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya untuk terus mengembangkan pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Sarno.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai pendidikan. Menurutnya, kecanggihan perangkat digital harus tetap diimbangi dengan peran guru dalam membimbing, mendidik, dan membentuk karakter peserta didik. Dengan demikian, teknologi tidak hanya membantu siswa menguasai pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membangun sikap bijak, tanggung jawab, serta kemampuan menggunakan informasi secara tepat.


Pendekatan TANGKAS dikembangkan dengan pemahaman bahwa pembelajaran Informatika tidak cukup hanya mengandalkan teori dan hafalan. Peserta didik perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal teknologi melalui pengalaman langsung, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, serta menerapkan pengetahuan dalam kegiatan yang melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis.


Salah satu unsur yang dimanfaatkan dalam pendekatan ini adalah Virtual Reality atau VR. Teknologi tersebut memungkinkan siswa menjelajahi lingkungan digital yang disimulasikan sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui visualisasi dan pengalaman yang lebih interaktif. Jika digunakan sesuai tujuan pembelajaran, VR dapat membantu guru menjelaskan konsep tertentu dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.


Selain VR, kecerdasan artifisial atau AI menjadi bagian penting dalam pengenalan teknologi digital kepada peserta didik. Melalui pemanfaatan AI secara terarah, siswa dapat mengeksplorasi informasi sekaligus mengenal cara kerja sistem cerdas yang semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaannya tetap memerlukan pendampingan guru agar siswa terbiasa memeriksa kebenaran informasi, memahami keterbatasan teknologi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.


Sementara itu, aktivitas coding memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar menyusun instruksi secara runtut dan logis. Dalam proses pemrograman, mereka berlatih mengidentifikasi masalah, merancang langkah penyelesaian, menguji hasil, serta memperbaiki kesalahan. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih ketelitian, ketekunan, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.


Untuk mendukung proses belajar, website pembelajaran turut dimanfaatkan sebagai media penyedia materi dan latihan. Kehadiran media berbasis web memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses kembali materi, mengulang pembelajaran, dan memperdalam pemahaman secara mandiri. Pemanfaatannya tetap perlu disesuaikan dengan ketersediaan perangkat, akses internet, serta kebutuhan peserta didik agar kesempatan belajar dapat dirasakan secara lebih merata.


Penggabungan berbagai teknologi tersebut memperlihatkan upaya guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Meski demikian, keberhasilan suatu inovasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan. Perencanaan yang matang, kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, pendampingan guru, serta evaluasi terhadap perkembangan siswa tetap menjadi faktor utama.


Karena itu, penerapan TANGKAS perlu terus dievaluasi agar manfaatnya dapat diketahui secara lebih terukur. Keterlibatan siswa selama pembelajaran, pemahaman terhadap materi, dan perkembangan keterampilan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menyempurnakan pendekatan tersebut. Guru juga perlu memperhatikan perbedaan kemampuan dan akses teknologi setiap peserta didik agar proses pembelajaran berlangsung secara inklusif.


Bagi dunia pendidikan di Banyumas, inovasi seperti TANGKAS dapat menjadi contoh bagaimana kreativitas guru berperan dalam menjawab perubahan kebutuhan belajar. Pengalaman penerapannya dapat dibagikan kepada pendidik lain sebagai bahan diskusi dan pengembangan praktik pembelajaran. Dengan adanya kolaborasi antarguru serta dukungan organisasi profesi, berbagai gagasan inovatif diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan.


Apresiasi yang diberikan terhadap inovasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa guru memiliki peran strategis dalam menentukan arah pemanfaatan teknologi di sekolah. Perangkat dan aplikasi digital akan memberikan manfaat optimal apabila digunakan berdasarkan kebutuhan peserta didik, disertai pendampingan yang tepat, serta diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan.


Melalui pengembangan TANGKAS, Yunelly Wikundhari, S.Kom., menghadirkan salah satu upaya untuk membuat pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial lebih interaktif dan kontekstual. Inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya untuk berani berkreasi, mencoba pendekatan baru, serta menyesuaikan pembelajaran dengan tantangan zaman.


Pada akhirnya, pendidikan di era digital bukan sekadar tentang seberapa banyak teknologi digunakan di ruang kelas, melainkan tentang sejauh mana teknologi mampu membantu peserta didik memahami pengetahuan, mengasah keterampilan, berpikir kritis, dan membangun karakter. Dengan kreativitas guru, dukungan lingkungan pendidikan, serta evaluasi yang berkelanjutan, inovasi pembelajaran diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas bagi generasi masa depan.


Penulis: Andi Dwi Atmoko
Editor: Yusep Kurniawan 




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama