PEKUNCEN - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai bergema di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Ribuan pasang mata memadati Lapangan Sawunggaling pada Jumat (17/7/2026) sore untuk menyaksikan pembukaan Festival Sepak Bola Desa Pekuncen yang secara resmi menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di desa tersebut. Pertandingan perdana yang mempertemukan Tunas Muda melawan Pekuncen Legend berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat dari berbagai kalangan, menciptakan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kecintaan terhadap olahraga.
Sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai pada pukul 16.00 WIB, masyarakat telah memadati area lapangan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak memenuhi sisi lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim favorit mereka. Sorak sorai penonton, kibaran bendera Merah Putih, dan semangat para suporter menciptakan atmosfer yang begitu hidup. Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat persatuan menyambut bulan kemerdekaan.
Ketua Panitia HUT RI ke-81 Desa Pekuncen, Guntur Danang, menjelaskan bahwa Festival Sepak Bola merupakan salah satu agenda utama yang dirancang untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat. Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang. "Festival Sepak Bola ini kami selenggarakan bukan hanya untuk mencari juara, tetapi sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, meningkatkan semangat kebersamaan, dan memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami mengajak seluruh pemain, official, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung," ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat panitia yang ingin menghadirkan perayaan kemerdekaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui turnamen ini, panitia berharap lapangan sepak bola tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga menjadi tempat bertemunya warga dalam suasana yang penuh kegembiraan. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki terhadap desa sekaligus menumbuhkan kebiasaan hidup sehat melalui olahraga.
Pembukaan Festival Sepak Bola dilakukan secara resmi oleh Kepala Desa Pekuncen, Saefudin, S.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong yang terlihat dalam persiapan hingga pelaksanaan festival merupakan cerminan nilai-nilai luhur bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
"Saya mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, dan menjadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persaudaraan antarwarga, bukan semata-mata untuk meraih kemenangan. Menang ataupun kalah adalah hal yang biasa dalam pertandingan, tetapi persatuan dan kebersamaan harus tetap menjadi kemenangan yang sesungguhnya," pesan Saefudin di hadapan para pemain, official, dan masyarakat yang memenuhi Lapangan Sawunggaling.
Usai pembukaan, pertandingan perdana antara Tunas Muda dan Pekuncen Legend langsung menyedot perhatian penonton. Kedua kesebelasan tampil penuh semangat sejak peluit awal dibunyikan. Permainan berlangsung menarik dengan tempo cepat, disertai aksi-aksi individu yang memukau dan kerja sama tim yang solid. Setiap peluang yang tercipta disambut sorak-sorai para pendukung, sementara tepuk tangan riuh terdengar setiap kali pemain memperlihatkan teknik dan semangat juang yang tinggi.
Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, pertandingan tersebut juga memperlihatkan bahwa olahraga mampu menjadi media pembinaan karakter. Nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, saling menghargai, dan sportivitas tampak mewarnai jalannya pertandingan. Para pemain menunjukkan sikap saling menghormati, baik kepada lawan maupun perangkat pertandingan, sehingga kompetisi berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Antusiasme masyarakat yang begitu besar menjadi bukti bahwa Festival Sepak Bola telah menjadi bagian penting dari tradisi peringatan kemerdekaan di Desa Pekuncen. Kehadiran warga dari berbagai dusun menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk menikmati pertandingan, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai sarana rekreasi dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Panitia menyampaikan bahwa Festival Sepak Bola ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan yang akan digelar selama peringatan HUT RI ke-81. Berbagai perlombaan, kegiatan seni budaya, hingga aktivitas kemasyarakatan lainnya telah dipersiapkan untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara seremonial, tetapi juga melalui kegiatan yang mampu memperkuat persatuan, kebersamaan, dan partisipasi aktif warga desa.
Melalui penyelenggaraan Festival Sepak Bola Desa Pekuncen, pemerintah desa dan panitia berharap semangat nasionalisme dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Momentum peringatan HUT RI ke-81 diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan karya nyata, persatuan, dan semangat membangun desa. Festival ini menjadi bukti bahwa olahraga bukan hanya tentang mencetak gol dan meraih kemenangan, melainkan juga menjadi jembatan yang menyatukan masyarakat, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persaudaraan, sportivitas, dan gotong royong.
Kontributor: Mas_Anang
Posting Komentar