BATURRADEN, INFO BANYUMAS — Dalam upaya memperkuat fondasi dan mutu pendidikan di tingkat akar rumput, Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan (Korwilcam Dindik) Baturraden menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Profesional yang ditujukan bagi Kepala Sekolah, Guru, serta Tenaga Kependidikan (Tendik). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa hingga Rabu, 14–15 Juli 2026, tersebut dipusatkan di dua wilayah strategis, yaitu Gugus Giri Jaya dan Gugus Erlangga Jaya. Langkah taktis ini diambil sebagai momentum penting bagi para aparatur pendidikan agar lebih siap, adaptif, serta profesional dalam menghadapi dinamika tantangan global sekaligus meningkatkan standar pelayanan belajar bagi para peserta didik di seluruh wilayah Baturraden.
Pertemuan berskala besar ini tidak hanya menjadi ajang pengarahan rutin, melainkan juga ruang konsolidasi yang dihadiri oleh berbagai elemen kunci dunia pendidikan di Kecamatan Baturraden. Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Korwilcam Dindik Baturraden, Pengawas SD, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas, Penilik TK/PAUD, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), hingga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Kehadiran para pimpinan organisasi dan pengawas sektoral ini menegaskan adanya komitmen kolektif untuk menyamakan visi, mempererat koordinasi, serta mengawal langsung peningkatan kinerja para pendidik maupun tenaga kependidikan di lapangan.
Dalam sesi pembinaan tersebut, Koordinator Korwilcam Dindik Baturraden, Wuryanto, S.IP., M.Pd., menyampaikan beberapa poin krusial mengenai pentingnya penegakan disiplin pegawai sebagai pilar utama profesionalisme aparatur sipil. Beliau memaparkan secara mendetail perihal pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing elemen, teknis implementasi disiplin kerja harian, hingga sosialisasi mengenai sanksi atau hukuman disiplin bagi pegawai yang melanggar aturan. Langkah preventif ini dinilai sangat penting agar setiap aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga kontrak di bawah naungan Dindik Baturraden memiliki pemahaman yang utuh mengenai konsekuensi dari tanggung jawab profesi yang mereka pangku.
"Disiplin bukanlah sekadar kepatuhan kaku terhadap aturan, melainkan fondasi utama dari seluruh kerja profesional kita. Setiap insan pendidikan di Baturraden dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Kita harus mampu menjadi pribadi yang cepat beradaptasi dengan perubahan zaman, serta memiliki dedikasi tanpa batas dalam mengemban amanah mencerdaskan anak bangsa," tegas Wuryanto saat memberikan arahan di hadapan para peserta pembinaan.
Selain aspek kedisiplinan dan regulasi kepegawaian, pembinaan ini juga menyentuh aspek spiritual, mentalitas, dan metodologi pembelajaran di kelas. Pengawas SD Korwilcam Dindik Baturraden, Nofitasari, S.Pd.SD., M.Pd., mengingatkan seluruh tenaga pendidik untuk merefleksikan kembali niat awal mereka ketika memilih jalan hidup sebagai seorang guru. Beliau menerangkan bahwa tugas utama guru bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan mendidik karakter peserta didik dengan ketulusan hati. Nofitasari juga mengimbau agar para guru senantiasa menjaga kerapian administrasi pembelajaran serta mempererat komunikasi dengan kepala sekolah guna menciptakan iklim belajar yang kondusif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas PAI Kemenag Banyumas, Dr. Dudiyono, M.Pd.I., turut memberikan ulasan mendalam mengenai peran sentral guru sebagai sosok role model (teladan hidup) di lingkungan sekolah. Beliau memaparkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada bagaimana guru mempraktikkan nilai-nilai moral, sosial, dan religius dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian akan diimitasi oleh para siswa. Dudiyono mengajak seluruh peserta untuk aktif menggalakkan pembiasaan (habituasi) nilai-nilai keagamaan di sekolah serta membangun jembatan komunikasi yang harmonis dengan kepala sekolah, pengawas, dan orang tua siswa guna mengoptimalkan potensi peserta didik secara menyeluruh.
"Seorang guru adalah cermin bagi murid-muridnya. Apa yang kita tampilkan dalam sikap, ucapan, dan tindakan sehari-hari di sekolah akan menjadi buku pelajaran nyata yang dibaca oleh mereka setiap hari. Oleh karena itu, mari kita perkuat habituasi nilai-nilai karakter dan religius di lingkungan sekolah. Jalin komunikasi yang efektif dengan kepala sekolah serta seluruh pemangku kepentingan, karena kolaborasi yang solid adalah kunci utama mewujudkan pendidikan yang berkualitas," ujar Dudiyono penuh semangat.
Isu krusial lain yang menjadi sorotan dalam pembinaan ini adalah sosialisasi arah kebijakan pendidikan nasional jangka panjang. Tokoh pendidikan Baturraden, Nurkholis, S.Pd., memberikan pemaparan komprehensif mengenai kebijakan transisi menuju program Wajib Belajar 13 Tahun. Beliau menjelaskan bahwa kebijakan baru ini mewajibkan anak-anak untuk menempuh satu tahun pendidikan prasekolah di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD). Langkah ini dinilai sangat strategis untuk menyiapkan kesiapan mental, motorik, dan kognitif anak sejak dini, sehingga transisi ke jenjang pendidikan dasar dapat berjalan dengan mulus tanpa menimbulkan beban psikologis bagi anak.
Di samping membahas regulasi formal sekolah, Nurkholis juga memberikan edukasi penting mengenai tata kelola dan legalitas penyelenggaraan bimbingan belajar (bimbel) atau kursus di luar struktur resmi Dinas Pendidikan. Beliau mengingatkan para praktisi pendidikan agar penyelenggaraan kegiatan belajar nonformal tersebut wajib mematuhi seluruh koridor hukum dan perizinan yang berlaku demi melindungi hak-hak belajar anak serta menjaga marwah institusi pendidikan. Melalui pembinaan yang menyeluruh ini, Korwilcam Dindik Baturraden berharap seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan memiliki kesadaran kolektif untuk terus meng-upgrade kompetensi diri, menjaga integritas profesi, serta aktif melahirkan inovasi pembelajaran demi mencetak generasi emas Indonesia yang unggul, berkarakter mulia, dan berdaya saing global.

Posting Komentar