Prosesi penyematan atribut MPLS menjadi simbol dimulainya perjalanan baru para peserta didik di jenjang sekolah dasar. Momen tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh kegembiraan, disaksikan oleh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua yang turut mengantarkan putra-putrinya pada hari pertama sekolah. Wajah-wajah antusias para murid baru menunjukkan semangat untuk memulai pengalaman belajar di lingkungan yang baru.
MPLS Ramah di SD Negeri 1 Besuki disusun berdasarkan prinsip pembelajaran yang menghormati hak anak, bebas dari perundungan, kekerasan, maupun praktik yang tidak mendidik. Sekolah mengedepankan pendekatan yang ramah, edukatif, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat mengenal sekolah secara bertahap tanpa tekanan. Seluruh kegiatan dipandu oleh guru kelas dan tenaga pendidik melalui metode yang interaktif sehingga anak-anak merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni membantu peserta didik baru menjalin pergaulan dengan teman-teman dari kelas I hingga kelas VI, mengenalkan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan, sekaligus memperkenalkan berbagai fasilitas yang dimiliki sekolah. Murid diajak mengenal ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kelas, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kantin, gudang, dapur sekolah, hingga halaman sekolah sebagai bagian dari lingkungan belajar mereka sehari-hari.
Pada hari pertama, peserta mengikuti tema "Sekolah Menggembirakan". Rangkaian kegiatan dimulai dari kedatangan peserta dan pengisian formulir identitas diri, dilanjutkan dengan upacara penyambutan murid baru, kegiatan Pertemuan Pagi Ceria, perkenalan antarwarga sekolah, makan sehat dan bergizi bersama, serta berbagai permainan edukatif melalui sesi ice breaking. Kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan suasana akrab sehingga peserta didik tidak lagi merasa canggung memasuki lingkungan sekolah yang baru.
Hari kedua mengusung tema "Aku Mengenal Teman dan Guru". Pada hari tersebut peserta mengikuti presensi, pengondisian kelas, pengenalan kembali guru dan teman, pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pengenalan keberagaman, kegiatan jelajah belajar seru, hingga menyanyikan lagu bertema tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya menanamkan nilai toleransi, kerja sama, serta membangun rasa percaya diri sejak dini.
Sementara itu, tema "Aku Bersih dan Sehat" menjadi fokus kegiatan hari keempat. Peserta didik diajak membiasakan hidup sehat melalui pemeriksaan kebersihan kuku dan gigi, aksi pungut sampah di lingkungan sekolah, menyaksikan tayangan edukatif bertajuk Aku Anak Hebat, Berani Imunisasi, kemudian diakhiri dengan refleksi. Pembiasaan tersebut diharapkan mampu menanamkan karakter peduli kebersihan dan kesehatan sebagai bagian dari budaya sekolah.
Hari terakhir MPLS mengangkat tema "Cerita Bersama di Sekolah". Pada sesi penutup, peserta didik diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah, menyusun komitmen bersama untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan, menampilkan lagu 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta melakukan refleksi penutup sebagai evaluasi pengalaman mengikuti MPLS selama satu pekan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran yang variatif, meliputi ceramah, tanya jawab, bermain peran, penugasan individu maupun kelompok, serta didukung penggunaan alat peraga, Interactive Flat Panel (IFP), permainan edukatif, dan kegiatan bernyanyi. Pendekatan tersebut dipilih agar proses pengenalan lingkungan sekolah tidak membosankan, melainkan menjadi pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan bagi peserta didik.
Kepala SD Negeri 1 Besuki, Nurkhayati Fatimah, S.Pd.SD, mengatakan bahwa MPLS Ramah bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun karakter peserta didik sejak memasuki jenjang sekolah dasar.
"MPLS Ramah kami rancang agar anak-anak merasa senang datang ke sekolah sejak hari pertama. Mereka dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, teman-teman, serta berbagai pembiasaan positif melalui kegiatan yang menyenangkan. Harapan kami, peserta didik mampu beradaptasi dengan baik sehingga tumbuh rasa aman, nyaman, dan semangat belajar selama menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Besuki," ujar Nurkhayati Fatimah.
Guru kelas I SD Negeri 1 Besuki, Wahyu Mutaharoh, S.Pd, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan disusun sesuai karakteristik anak usia sekolah dasar yang masih membutuhkan banyak aktivitas bermain dan belajar secara langsung.
"Kami menggunakan berbagai metode seperti bermain, bernyanyi, tanya jawab, bermain peran, serta memanfaatkan media pembelajaran digital melalui IFP. Dengan pendekatan tersebut, anak-anak lebih mudah memahami materi pengenalan sekolah tanpa merasa terbebani. Mereka belajar sambil bermain sehingga suasana kelas menjadi hidup dan penuh kegembiraan," jelas Wahyu Mutaharoh.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah seorang peserta didik baru, Annasyaila Adreena Putri, yang mengaku merasa senang mengikuti kegiatan MPLS di sekolah barunya.
"Saya senang sekali sekolah di SD Negeri 1 Besuki. Gurunya baik-baik, teman-temannya juga ramah. Tadi saya memakai topi MPLS, bermain bersama teman-teman, dan mengenal banyak tempat di sekolah. Saya jadi tidak takut lagi datang ke sekolah dan ingin belajar setiap hari," ungkap Annasyaila dengan wajah ceria.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SD Negeri 1 Besuki menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berpihak kepada anak. Dengan mengedepankan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan penuh makna, sekolah berharap seluruh peserta didik baru mampu memulai perjalanan pendidikannya dengan rasa percaya diri, semangat belajar yang tinggi, serta karakter positif yang akan terus tumbuh selama menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Besuki.
Kontributor: Nurkhayati Fatimah
Editor: Suripto


Posting Komentar