Cegah Dampak Negatif Gawai, SDN 3 Canduk Edukasi Orang Tua Pengasuhan Generasi Alpha

LUMBIR, INFO BANYUMAS — SD Negeri 3 Canduk menggelar forum edukasi pengasuhan bertajuk Sosialisasi Parenting: Pengasuhan di Era Digital yang berlokasi di kompleks SD Negeri 3 Canduk pada Rabu, 21 Oktober 2026. Mengangkat tema “Parenting Bukan Sekedar Pintar: Membangun Generasi Alpha yang Sehat Mental dan Tangguh Emosional di Era Digital”, agenda ini dihadiri oleh ratusan wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6 demi memperkuat ketahanan mental anak usia sekolah.


Inisiatif ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif pihak sekolah dalam membentengi para siswa dari potensi risiko kebiasaan digital yang tidak sehat, seperti ketergantungan gawai dan gangguan interaksi sosial. Melalui pendampingan pakar, para orang tua diajak memahami pentingnya menyelaraskan aturan pengasuhan di rumah dengan nilai-nilai pembentukan karakter yang diajarkan oleh guru di sekolah.


Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut adanya adaptasi pola asuh yang lebih responsif dan berempati. Kecerdasan intelektual siswa dinilai kurang optimal jika tidak diimbangi dengan regulasi emosi yang stabil. Oleh karena itu, penguatan literasi digital bagi lingkungan keluarga dipandang sebagai strategi mendasar untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi anak-anak Generasi Alpha.


Kepala SD Negeri 3 Canduk, Nana Asrotin, S.Pd., SD, menggarisbawahi pentingnya keterbukaan komunikasi antara pihak keluarga dan lembaga pendidikan. Menurut beliau, keberhasilan pendidikan karakter anak sangat bergantung pada konsistensi penerapannya di lingkungan rumah harian.


“Pendidikan di era digital tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran formal di dalam kelas. Kami ingin mengajak para orang tua untuk memahami bahwa kepintaran akademik anak harus diimbangi dengan kesehatan mental dan ketangguhan emosional. Melalui sosialisasi parenting ini, kami berharap wali murid mendapatkan wawasan baru dalam menerapkan pola pengasuhan yang bijak dan berempati di rumah,” tutur Nana Asrotin, S.Pd., SD.


Dukungan serupa diutarakan oleh Ketua Komite SD Negeri 3 Canduk, Ahmad, yang menilai bahwa ruang edukasi semacam ini sangat dibutuhkan oleh para orang tua murid. Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai batasan penggunaan teknologi menjadi isu krusial yang dihadapi hampir seluruh keluarga di era modern saat ini.


“Kami dari jajaran komite sekolah sangat mendukung agenda sosialisasi parenting ini karena persoalan pengasuhan anak di era digital merupakan pergumulan nyata yang dialami hampir semua orang tua saat ini. Semoga kegiatan ini menjadi wadah diskusi yang bermanfaat dan mempererat silaturahmi antara orang tua murid dengan pihak sekolah,” ujar Ahmad.


Dalam sesi penyampaian materi, Pakar Bimbingan Konseling, Nuzulina Kurnia Budi R, M.Pd, membeberkan pendekatan praktis yang dapat diterapkan orang tua dalam mendampingi anak di rumah
. Beliau menekankan bahwa kehadiran emosional serta komunikasi yang aktif merupakan kunci utama dalam membimbing Generasi Alpha agar tetap bijak memanfaatkan teknologi.


“Pengasuhan di era digital bukan sekadar tentang seberapa pintar anak menguasai teknologi atau seberapa tinggi nilai akademisnya
. Yang paling krusial adalah bagaimana kita sebagai orang tua mampu membangun regulasi emosi yang tangguh dan menjaga kesehatan mental anak. Anak-anak Generasi Alpha membutuhkan pendampingan yang hangat, komunikasi yang jujur, serta batasan yang jelas namun penuh kasih dalam memanfaatkan media digital,” kata Nuzulina Kurnia Budi R, M.Pd.



Secara edukatif, pelaksanaan program parenting terintegrasi ini memberikan dampak positif bagi iklim belajar siswa secara holistik. Keterlibatan aktif orang tua dalam memahami kondisi psikologis anak diprediksi dapat menekan angka stres belajar serta meningkatkan konsentrasi siswa saat mengikuti pembelajaran di kelas.


Ke depan, program edukasi pengasuhan di SD Negeri 3 Canduk ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Sinergi yang kokoh antara orang tua, sekolah, dan komite menjadi modal utama dalam melahirkan generasi penerus yang cerdas, adaptif secara teknologi, serta memiliki ketahanan mental dan moral yang kuat.

Kontributor : Eko Yuliansor
Editor : Andi DA

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama